Benua eropa terkenal akan kecantikannya, mimpi saya suatu saat at least saya bisa mengunjungi salah satu dari negara yang ada di eropa kalo boleh memilih saya ingin sekali ke italy, karena tuhan yang maha baik saya diberi kesempatan mengunjungi 3 negara yang ada di eropa belanda, perancis dan italy walaupun dengan modal yang pas-pasan hasil menabung selama bertahun-tahun. 2 orang perempuan middle 20 pergi ke eropa sendiri dengan bermodal peta dan hasil browsing dari internet banyak orang yang bilang kami nekat hehe, terutama perancis dan italy yang banyak orang bilang penduduknya susah berbahasa inggris, tapi jika orang luar berani ke indonesia yang penduduknya banyak yang tidak bisa berbahasa inggris dan sistem transportasi yang carut marut dan buktinya mereka bisa survive di negara kita, seharusnya menurut saya sih saya tidak perlu takut karena menurut hasil browsing yang saya baca sistem transportasi di negara-negara eropa khususnya di eropa barat sudah cukup maju.
Dimulai dengan keribetan berusaha mencari tiket termurah akhirnya bolak balik mengecek antar travel, antar airlines akhirnya pilihan kami jatuh pada airlines lokal yaitu garuda indonesia. Kami menemukan Travel agent yang sungguh sangat helpfull sekali, kami disarankan tidak langsung membeli tiket tapi sebaiknya membooking terlebih dahulu untuk persyaratan pembuatan visa, karena visa schengen yang digunakan untuk bepergian ke negara-negara eropa itu terkenal susah dan ada kemungkinan visa kami ditolak.Mendengar informasi tersebut mulai lah sama menjelajah dunia maya untuk mengetahui syarat-syarat pembuatan visa, pengalaman orang-orang yang pernah membuat visa schengen kami membaca banyak sekali pengalaman orang yang visa nya di tolak, saya semakin deg-degan dan takut kalo visa saya juga di reject. Berdasarkan pengalaman orang-orang kami memutuskan apply visa schengen di kedutaan Belanda karena katanya kedutaan belanda lebih longgar di banding kedutaan lain. Persyaratan pembuatan Visa schengen selain tiket pesawat, tiket transportasi antar negara (saya menggunakan kereta antar negara), bookingan hotel, asuransi yang mengcover berapa hari saya berada di eropa, bukti tabungan yang cukup untuk membiayai hidup selama kami disana endsbre endesbre (maaf saya agak lupa karena banyak sekali persyaratan nya).
Saya datang ke kedutaan belanda pagi-pagi sekali mungkin sebelum staff kedutaan nya datang hehehe *maklum terlalu terbawa euphoria takut telat*, tetapi sepagi apapun saya datang saya baru boleh masuk ke dalam kedutaan belanda pukul setengah 9 pagi. Saya tipe orang yang sangat tidak teliti tapi untuk kali ini saya sampai mengecek berkali-kali berkas yang akan saya bawa takut ada yang tertinggal. Ternyata seteliti apapun saya tetap ada yang terlupa tepat nya saya lupa fotocopy passport saya, akhirnya saya keliling mencari tempat fotocopy menggunakan ojek karena parkir mobil saya sudah sangat strategis dekat dengan kedutaan. Ternyata oh ternyata belum ada fotocopy yang buka pagi2 seperti ini. setelah menunggu beberapa lama thank god ada fotocopy yang buka, secepat kilat saya memfoto copy passport dan kembali ke kedutaan. Untung nya aplikasi visa saya di terima tanpa ada masalah karena saya sudah melengkapi seluruh persyaratan aplikasi visa karena ternyata orang setelah saya ditolak aplikasi visa nya karena tidak mencantumkan bookingan hotel untuk dia tinggal selama di eropa. Dan voilaaaa 2 minggu kemudian kami melihat visa schengen sudah menempel di passport kami, tanpa sadar saya meloncat loncat di depan kedutaan..
EUROPE HERE WE COME!!!
Continue....





